TEKS NARASI DALAM BAHASA INDONESIA KELAS 7

 


Pengertian Teks Narasi

Teks narasi merujuk pada pola pengembangan paragraf atau karangan cerita yang mengisahkan serangkaian peristiwa dengan urutan kronologis (dari awal, pertengahan, hingga akhir). Jenis teks ini mencakup teks cerita fantasi, fabel, sejarah, novel, cerpen, hikayat, dan biografi atau kisah inspiratif.


Tujuan Teks Narasi


Teks narasi bertujuan membantu pembaca memahami cerita secara lebih mendalam dengan menggunakan imajinasi. Hal ini membuat pembaca merasa terlibat dalam cerita. Namun, pada dasarnya, tujuan utama teks narasi adalah menghibur pembaca.


Jenis Teks Narasi


Menurut buku Teks Narasi dan Literasi Buku Fiksi-Nonfiksi yang diterbitkan Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan tahun 2018, teks narasi dibagi menjadi tiga jenis:


1. Narasi Informatif (ekspositoris): Bertujuan menyampaikan informasi secara akurat tentang suatu kejadian atau peristiwa.

2. Karangan Narasi Artistik: Berusaha memberikan pengalaman estetis kepada pembaca melalui penggunaan bahasa figuratif atau kiasan.

3. Narasi Sugestif: Mengisahkan suatu peristiwa atau kisah dengan maksud terselubung kepada pembaca.


Struktur Teks Narasi


Secara umum, struktur teks narasi terdiri dari empat bagian: orientasi, komplikasi, resolusi, dan reorientasi.


1. Orientasi: Memberikan informasi tentang waktu, tempat, tokoh, dan unsur-unsur penting lainnya untuk membentuk kesan yang baik pada pembaca.

2. Komplikasi: Menyajikan konflik, latar belakang, dan peristiwa yang memicu konflik antar tokoh, menuju klimaks atau puncak cerita.

3. Resolusi: Menyelesaikan konflik dan mengarah pada penyelesaian.

4. Reorientasi: Bagian akhir yang seringkali berisi pesan penulis.


Ciri-Ciri Teks Narasi


Beberapa ciri teks narasi meliputi:

- Menggunakan gaya bahasa naratif untuk mengisahkan cerita, kisah, atau peristiwa.

- Memiliki alur cerita yang jelas dari awal hingga akhir.

- Mengandung konflik dan peristiwa yang mendukung penceritaan.

- Terdapat unsur pembentuk cerita seperti tema, latar, alur, sudut pandang, dan penokohan atau karakter.


Unsur Teks Narasi


Unsur-unsur teks narasi meliputi:

- Tema: Topik atau pokok pembicaraan dalam cerita.

- Latar: Waktu, tempat, lingkungan sosial, dan interaksi.

- Penokohan atau karakter: Gambaran watak atau tokoh dalam cerita.

- Alur: Rangkaian peristiwa yang membentuk pola cerita.


Contoh Teks Narasi


Bandung Lautan Api

Pada 23 Maret 1946 meletuslah sebuah perlawanan rakyat di Bandung untuk 

mengusir Sekutu dan NICA (Belanda). Peristiwa Bandung Lautan Api 

diawali dengan datangnya pasukan Sekutu/Inggris pada 12 Oktober 

1945 yang bersekongkol dengan Belanda untuk menguasai Indonesia kembali.

Selanjutnya Sekutu mulai melancarkan propaganda dan rakyat Indonesia 

diperingatkan agar meletakkan senjata dan menyerahkannya kepada Sekutu. 

Pihak Indonesia tidak menggubris ultimatum tersebut malah justru angkatan 

perang Indonesia melakukan menyerang markas-markas Sekutu di Bandung 

bagian Utara, termasuk Hotel Homan dan Hotel Preanger pada 24 November 1945.

Ultimatum kedua pada 27 November 1945, Kolonel MacDonald selaku panglima 

perang Sekutu sekali lagi menyampaikan ultimatum kepada Gubernur Jawa Barat, 

Mr. Datuk Djamin, agar rakyat dan tentara segera mengosongkan wilayah Bandung Utara.

 "Bandung Lautan Api" menggambarkan peristiwa-peristiwa sejarah secara 

kronologis dan faktual, dengan struktur cerita yang terdiri dari orientasi, komplikasi, resolusi, dan reorientasi.


Dengan demikian, narasi tersebut memenuhi ciri-ciri teks narasi dan menjadi contoh yang tepat dari jenis teks ini.



KONTRIBUTOR : EKO CAHYONO, S. Pd.

GURU BAHASA INDONESIA ALUMNI UNIVERSITAS MADURA

Teks Deskripsi Dalam Bahasa Indonesia kelas 7 – Pengertian, Jenis dan Contohnya


 Definisi Teks Deskripsi

Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, jenis penulisan yang menyajikan informasi secara rinci dan komprehensif dengan tujuan memberikan gambaran yang jelas mengenai suatu topik sering disebut sebagai teks deskripsi.


Sebagaimana namanya, teks deskripsi memberikan deskripsi yang mendalam mengenai situasi, objek, atau tempat sehingga pembaca dapat memperoleh pemahaman yang mendalam. Secara keseluruhan, tujuan dari teks ini adalah menyampaikan gambaran yang ingin disampaikan oleh penulis kepada pembaca.


Meskipun terkadang terlihat berlebihan, setiap penulis memiliki gaya mereka sendiri dalam memberikan gambaran menyeluruh kepada pembaca melalui teks deskripsi. Oleh karena itu, penulis perlu menjelaskan sesuatu dengan sejelas dan seserinci mungkin agar isi teks terlihat sangat kaya.


Teks deskripsi dari sudut pandang lain juga dapat diartikan sebagai penjelasan subjektif karena bersifat personal. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika gerakan kecil, bentuk objek, dan unsur emosi disertakan agar pembaca dapat merasakan atau melihat sesuatu dari perspektif penulis.


Struktur Teks Deskripsi

Untuk memberikan gambaran yang lebih luas melalui teks kepada pembaca, penulis harus memperhatikan beberapa struktur sebagai berikut:


1. Identifikasi

Saat membuat teks deskripsi, penting untuk menyertakan hal-hal yang terkait dengan topik yang dibahas. Proses ini disebut identifikasi, di mana penulis biasanya mulai menentukan situasi, orang, dan benda yang akan dibahas kepada pembaca.


2. Klasifikasi

Setelah mengidentifikasi objek dan situasi, penulis akan menentukan cara menyampaikan pesan. Pada proses ini, penulis mulai menyusun kalimat secara sistematis agar pembaca dapat lebih mudah membayangkan maksud penulis.


3. Deskripsi

Setelah melakukan identifikasi dan klasifikasi, penulis akan menjelaskan topik dengan memberikan gambaran mendetail pada bagian-bagian yang dibahas. Dengan demikian, pesan yang disampaikan akan lebih mudah dipahami oleh pembaca.


Ciri-Ciri Teks Deskripsi

Tidak semua jenis teks menerangkan suatu hal dengan cara yang sama. Ada beberapa ciri yang membedakan teks deskripsi dari jenis teks lain seperti teks narasi, teks eksposisi, dan teks eksplanasi. Berikut adalah ciri-ciri teks deskripsi berdasarkan penggunaan bahasanya:


- Memberikan gambaran tentang topik dengan rinci

- Gambaran topik mencakup situasi, orang, barang, dan hal-hal abstrak

- Menjelaskan topik secara detail, termasuk bentuk, ukuran, warna, sifat, perawakan, dan pergerakannya

- Bersifat subjektif karena merupakan pandangan personal penulis

- Tujuan penggambaran topik adalah agar pembaca dapat melihat dan merasakan sesuatu dari sudut pandang penulis

- Menggunakan banyak kata sifat yang spesifik untuk memberikan gambaran yang lebih jelas

- Menambahkan banyak kata keterangan, mulai dari tempat, waktu, alat, pelaku, hingga cara

- Penggunaan kata-kata kiasan, konotasi, dan majas seringkali terdapat dalam pemaparan


Jenis Teks Deskripsi

Dalam kajian Bahasa Indonesia, teks deskripsi juga dibedakan menjadi beberapa jenis tergantung pada tujuan dan objeknya:


1. Berdasarkan Tujuannya

- Teks Deskriptif Eksplanatori: Memberikan informasi tentang suatu hal yang umumnya sudah sering ditemui oleh pembaca.

- Teks Deskriptif Sugestif: Bertujuan agar pembaca dapat menciptakan imajinasinya sendiri tentang suatu hal, sehingga interpretasi terhadap topik bisa sangat subjektif.


2. Berdasarkan Objeknya

- Teks deskripsi subjektif: Penggambaran objek dari sudut pandang penulis.

- Teks deskripsi spasial: Penggambaran objek berupa tempat, benda, ruang, dan sebagainya.

- Teks deskripsi objektif: Penggambaran objek berdasarkan situasi yang benar terjadi tanpa menambahkan opini penulis.



Berikut ini akan diberikan contoh teks deskripsi dengan jenis teks eksplanatori dari sisi tujuannya, dan teks deskripsi spasial berdasarkan objeknya. 

Sabtu di Sebuah Kedai Kopi

Aku melihat sebuah kedai kopi kecil di pinggiran kota di Solo. Berlokasi di sebuah ruko dengan cat warna dominan cokelat muda, kedai kopi ini memang sudah terlihat tua tanpa ada sentuhan modernitas. Sekilas, memang tidak ada yang istimewa dari arsitektur ataupun dekorasi dari café ini.

Kedai kopi ini tidak banyak menyediakan menu minuman apalagi makanan kecil. Maklum, tempatnya juga tidak terlalu luas dan pegawai yang dipekerjakan hanya berjumlah tiga orang yang terlihat sudah berumur. Di depan meja kasir terpampang papan kayu dengan tulisan ‘Hanya Menerima Pembayaran Tunai’. Benar saja tidak ada mesin pembayaran digital, karena kasirnya pun hanya menggunakan laci kayu sebagai tempat penyimpanan uangnya.

Tetapi, entah kenapa, masih banyak bapak-bapak yang nongkrong dengan santainya di kedai kopi tersebut. Dulu, tempat ini seringkali menjadi saksi kebersamaanku dengan mendiang ayah setiap sabtu pagi. Masih segar di dalam ingatkanku, ayah akan selalu memesan kopi timika favoritnya di tempat ini. Sembari menemaninya membaca koran dan menyeruput kopi pada meja di sudut ruangan, aku juga terpaku dengan konsol nintendo di tanganku. Ah, kenangan itu. 

Quipperian, contoh di atas mengandung ciri-ciri teks deskripsi yakni memberikan gambaran tentang suatu topik yakni kedai kopi kecil dengan penjelasan yang mendetail seperti keterangan tempat di kota Solo, berbentuk ruko, arsitektur yang kuno hingga gambaran mengenai meja kasirnya. 

Adapun, teks di atas menambahkan gambaran yang sangat subjektif di mana penulis melihat kedai kopi tersebut sangat terkesan baginya karena meninggalkan memori bersama ayahnya. 

Menarik sekali ya membahas tentang karya tulis, Quipperian! Semoga saja tulisan ini bisa menambah wawasan kamu dalam hal mengidentifikasi jenis tulisan dalam karya sastra berbahasa Indonesia.



KONTRIBUTOR : EKO CAHYONO, S. Pd.

GURU BAHASA INDONESIA ALUMNI UNIVERSITAS MADURA