PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS 11 - Pengertian Teks Berita: Ciri, Struktur, Jenis, Unsur dan Contoh


 Teks berita adalah suatu bentuk tulisan yang menyampaikan informasi tentang peristiwa atau kejadian tertentu kepada masyarakat secara aktual dan faktual. Pengertian ini mencakup berbagai aspek, seperti struktur, jenis, unsur, dan syarat-syarat dalam penulisannya.

Dalam dunia jurnalistik, teks berita merupakan salah satu cara untuk menyampaikan cerita atau keterangan tentang suatu kejadian atau peristiwa. Dengan semakin berkembangnya media online, masyarakat menjadi semakin familiar dengan teks berita.


Fungsi utama dari teks berita adalah untuk menyampaikan informasi penting kepada masyarakat luas, serta memberikan pemahaman mengenai peristiwa terkini. Untuk membangun sebuah teks berita, perlu diperhatikan beberapa hal, seperti struktur, jenis, kaidah penulisan, unsur, dan lain sebagainya.


Struktur teks berita terdiri dari judul berita, kepala berita, tubuh berita, dan ekor berita atau keterangan penulis. Setiap bagian memiliki perannya masing-masing dalam menyampaikan informasi kepada pembaca.

Syarat-syarat dalam penulisan teks berita meliputi faktual, aktual, seimbang, penting, lengkap, dan pengemasan yang menarik. Selain itu, terdapat juga ciri-ciri khusus yang harus ada dalam teks berita, seperti penggunaan bahasa umum, bersifat objektif, dan menggunakan sumber informasi yang valid.


Jenis-jenis teks berita meliputi straight news (berita langsung), opinion news (berita opini), interpretative news (berita interpretatif), investigation news (berita investigasi), dan depth news (berita mendalam). Setiap jenis memiliki ciri khas dan cara penyajian yang berbeda.


Dalam penulisan teks berita, juga perlu memperhatikan kaidah kebahasaan, seperti penggunaan bahasa baku, kalimat langsung, kata kerja mental, keterangan waktu dan tempat, serta konjungsi temporal.


Unsur yang harus ada dalam sebuah teks berita adalah What, Who, When, Where, Why, dan How. Unsur-unsur ini penting untuk memberikan informasi yang komprehensif kepada pembaca.


Langkah-langkah dalam menulis teks berita meliputi menentukan peristiwa yang akan dijadikan bahan berita, mengumpulkan informasi terkait peristiwa, mencatat hal-hal penting, membangun kerangka berita, menulis teras berita, menulis isi berita, dan melakukan penyuntingan atau editing.


Contoh Teks Berita

Judul: PB SEMMI Harap Presiden Jokowi Reshufle Menko Perekonomian dan Menteri Perdagangan Akibat Kelangkaan Minyak Goreng

Jakarta – Direktur Lembaga Bantuan Hukum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia Gurun Arisastra turut angkat bicara perihal meninggalnya seorang Ibu di Gerai Alfamidi Jalan Kampung Cina, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur Sabtu lalu akibat antre minyak goreng.

“Saya turut prihatin atas kejadian ini, akibat antre minyak goreng, semestinya hal ini tidak terjadi.” ujar Gurun Arisastra kepada wartawan di Jakarta (16/03/2022)

Atas kejadian tersebut, agar tak terulang kembali organisasinya meminta Presiden Joko Widodo untuk mengevaluasi Menko Perekonomian dan Menteri Perdagangan.

“Kami meminta Presiden segera evaluasi kinerja Menko Perekonomian dan Menteri Perdagangan, kita ini negara terbesar penghasil sawit di dunia, masa minyak goreng langka dan mahal, sampai orang antre sehingga memakan korban, ini keterlaluan.” Ujar Gurun

Advokat berusia 29 tahun lebih lanjut menambahkan minyak goreng adalah kebutuhan dasar pokok masyarakat yang harus diperhatikan pemerintah. Kelangkaan dan tingginya harga minyak goreng harus segera dikendalikan oleh Pemerintah sebagai wujud pelaksanaan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan dan Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2015 Tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting.

“Ini sudah mendekati puasa, jangan sampai bulan puasa ini minyak goreng masih langka dan mahal, jangan sampai terjadi antrean panjang sehingga menciptakan potensi jatuhnya korban lagi, berdasarkan UU No 18 Tahun 2012 dan Perpes No 71 Tahun 2015 Pemerintah harus segera kendalikan ini.” Ujar Gurun

Gurun mengatakan Presiden layak memecat Menko Perekonomian dan Menteri Perdagangan jika dinilai tidak mampu mengatasi masalah minyak goreng.

“Kalau tidak mampu ini diselesaikan sebelum masuk bulan puasa, Presiden layak mereshufle Menko Perekonomian dan Menteri Perdagangan” tegas Gurun

Dirinya juga mengatakan Menko Perekonomian sebaiknya tidak bicara penundaan pemilu 2024 tetapi pikirkan kelangkaan minyak goreng.

“Sudah hentikan pemikiran dan bicara penundaan pemilu, fokus saja urus minyak goreng.” tutup Gurun


KONTRIBUTOR : EKO CAHYONO, S. Pd.

GURU BAHASA INDONESIA ALUMNI UNIVERSITAS MADURA