PELAJARAN BAHASA INDONESIA - Pengertian Teks Argumentasi serta Unsur, Manfaat, Jenis, Ciri, Struktur, dan Kaidah Kebahasaannya


 Pengertian Teks Argumentasi serta Unsur, Manfaat, Jenis, Ciri, Struktur, dan Kaidah Kebahasaannya


Teks argumentasi adalah jenis tulisan yang berisi pendapat yang didukung oleh fakta dan bukti nyata, dengan tujuan meyakinkan pembaca bahwa argumen yang disampaikan adalah benar. Menurut para ahli, teks argumentasi merupakan karangan yang bertujuan membuat pembaca percaya terhadap pendapat penulis, mengajak pembaca untuk menerima doktrin, sikap, atau tingkah laku tertentu, serta mempengaruhi sikap dan pendapat pembaca.


Manfaat dan Tujuan Teks Argumentasi


Teks argumentasi memiliki manfaat dan tujuan yang penting, antara lain:

- Memudahkan penulis untuk menyampaikan pandangan atau pendapat terhadap suatu masalah.

- Menguatkan argumen dengan informasi yang jelas dan struktural.

- Membantu mengubah pandangan dan tingkah laku pembaca melalui tulisan yang rinci.

- Merubah pola pikir pembaca dari menolak menjadi setuju melalui bukti dan contoh yang kuat.


Jenis-Jenis Teks Argumentasi


Teks argumentasi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, di antaranya:

1. Sebab Akibat: Membahas masalah utama beserta dampaknya jika peristiwa itu terjadi.

2. Akibat Sebab: Fokus pada dampak yang sudah pasti terjadi meskipun peristiwa belum terjadi.

3. Argumentasi Persamaan dan Perbandingan: Membuat kesimpulan berdasarkan data yang dibandingkan.

4. Argumentasi dari Autoritas: Pendapat dari orang terkenal yang menjadi pemecahan masalah.

5. Argumentasi Kesaksian: Pendapat dari seseorang yang mengalami peristiwa secara langsung.


Ciri Teks Argumentasi


Ciri-ciri teks argumentasi antara lain:

- Disertai dengan fakta dan data relevan.

- Menyajikan pandangan, ide, atau gagasan untuk menanggapi isu tertentu.

- Menggunakan kalimat lugas dan tidak terlalu banyak gaya penulisan personal.

- Merumuskan kalimat secara kritis dan logis.


Struktur Teks Argumentasi


Struktur teks argumentasi terdiri dari:

1. Pendahuluan: Memperkenalkan masalah dan membuat pernyataan menarik.

2. Argumen Utama: Mendukung argumen dengan fakta dan bukti.

3. Kesimpulan: Merangkum isi tulisan dan menawarkan pemikiran yang logis.


Kaidah Kebahasaan Teks Argumentasi


Kaidah kebahasaan dalam teks argumentasi meliputi penggunaan kata keterangan atau adverbia frekuentatif, kata penghubung, kata kerja mental, dan kata kerja relasional untuk memperjelas atau melengkapi kalimat.


Dengan memahami pengertian, unsur, manfaat, jenis, ciri, struktur, dan kaidah kebahasaan teks argumentasi, penulis dapat menyusun tulisan yang persuasif dan meyakinkan.


Contoh Teks Argumentasi Panjang

Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan bencana. Tahun 2015, International Strategy for Disaster Reduction 2006- 2009, Disaster Reduction Campaign dan UNESCO menetapkan bangsa Indonesia pada urutan ke-7 (tujuh) negara di dunia yang rawan bencana alam. Rencana Aksi Nasional pengurangan risiko bencana 2006-2009 menyebutkan ada 3 (tiga) faktor utama penyebab bencana, antara lain: 1) Bahaya alam dan bahaya karena ulah manusia, 2) Kapasitas yang rendah pada berbagai komponen di tingkat masyarakat, dan 3) Kerentanan yang tinggi dari masyarakat, infrastruktur dan elemen di dalam kota/kawasan yang berisiko bencana. Banyaknya daerah rawan bencana di Indonesia dan pentingnya pengurangan risiko bencana merupakan landasan kuat bagi bangsa Indonesia untuk bersama-sama melakukan upaya peningkatan kesiapsiagaan secara terpadu dan terarah. Indonesia dikenal sebagai negara dengan risiko bencana tingkat tinggi karena berada tepat pada pertemuan tiga lempeng besar yaitu lempeng Pasifik, lempeng Eurasia, dan lempeng Indo Australia. (JGEO/3- 2/1) .

Bencana sebagai suatu hal yang menjadi ciri khas dan hampir dialami oleh sebagian besar wilayah di Indonesia. Beberapa faktor fisik alam seperti kondisi geomorfologi, kondisi alam dan cuaca, kondisi geologi, hidrologi dan tanah sangat berpengaruh terhadap adanya bencana di Indonesia. Bencana alam yang ditimbulkan oleh faktor sosial budaya seperti ulah manusianya juga dapat mengganggu kelangsungan hidup masyarakat terutama di daerah yang sangat rawan bencana. Masih rendahnya pengetahuan masyarakat tentang kebencanaan dan bahaya dalam suatu bencana dapat ditunjukkan oleh banyaknya pula kejadian bencana di Indonesia. Berbagai kejadian bencana yang dialami sebagian besar wilayah di Indonesia ini maka sangat penting sekali memberikan pengetahuan tentang kebencanaan. Kesiapsiagaan merupakan kegiatan yang menunjukkan respon terhadap bencana. Faktor yang berperan dalam kesiapsiagaan bencana adalah masyarakat dan pihak pengambil keputusan. Masyarakat memiliki pengetahuan (Knowledge), sikap (Attitude), dan perilaku (Behavior) yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kesiapsiagaan. Kesiapsiagaan adalah bagian yang integral dari pembangunan berkelanjutan. Jika pembangunan dilaksanakan dengan baik, upaya kesiapsiagaan terhadap bencana akan lebih ringan tugasnya (Kharisma, 2009 dalam Purnamasari, 2013). Upaya pengurangan risiko bencana dapat dilakukan dengan pendidikan kebencanaan baik secara formal maupun informal. (JGEO/3-2/2).

Sumber: Struktur Argumen Paragraf Argumentatif: Studi Kasus Lima Jurnal Terindeks Sinta Rumpun Pendidikan Non Eksakta di LLDIKTI VIII Antonius Nesi 1) , Priska Filomena Iku 2)


Contoh Teks Argumentasi Singkat

Sebagian anak Indonesia belum dapat menikmati kebahagiaan masa kecilnya. Pernyataan demikian pernah dikemukakan oleh seorang pakar psikologi pendidikan Sukarton (1992) bahwa anak-anak kecil di bawah umur 15 tahun sudah banyak yang dilibatkan untuk mencari nafkah oleh orang tuanya. Hal ini dapat dilihat masih banyaknya anak kecil yang mengamen atau mengemis di perempatan jalan atau mengais kotak sampah di TPA. Kemudian, hasilnya diserahkan kepada orang tuanya untuk menopang kehidupan keluarga. Apa lagi, sejak di negeri kita terjadi krisis moneter, kecenderungan orang tua mempekerjakan anak sebagai penopang ekonomi keluarga semakin terlihat di mana-mana.

Itu dia informasi mengenai teks argumentasi yang bisa kamu pahami. Semoga artikel ini dapat membantu.


KONTRIBUTOR : EKO CAHYONO, S. Pd.

GURU BAHASA INDONESIA ALUMNI UNIVERSITAS MADURA